Kamis, 13 November 2014

Tips memilih Reel

Reel atau penggulung senar merupakan salah satu bagian penting dari perlengkapan memancing yang juga harus diperhatikan penggunaannya. Fungsi Reel adalah memudahkan pemancing menarik ikan atau melempar umpan. Selain teknik apa yang akan digunakan saat memancing, hal lain yang juga harus diperhatikan dalam memilih reel adalah ukurannya. Bagaimana dan apa yang harus diperhatikan dalam memilih reel pancing ?
Berikut ini beberapa tips yang dapat diterapkan dalam memilih reel pancing, antara lain: Memperhatikan Kualitas Drag System Reel Pancing Sistem drag pada spinning reel adalah salah satu aspek yang paling penting dari reel itu sendiri. Drag bertanggung jawab untuk memberi tekanan kepada ikan yang terpancing dan membiarkan senar keluar selama pertempuran. Tanpa drag halus berkualitas tinggi risiko senar putus dan kehilangan ikan selalu menjadi kemungkinan tertinggi.
Selalu pastikan bahwa reel yang akan anda beli memiliki drag yang mulus, non-konstriktif. Senar harus tertarik keluar dengan mantap dan tanpa ragu-ragu pada keketatan yang anda set. Ada dua jenis sistem drag tersedia pada spinning reel:
drag depan dan belakang. Ini pada dasarnya merupakan lokasi kontrol drag, meskipun ada sejumlah perbedaan antara keduanya. Front sistem drag fitur umumnya lebih besar, dengan beberapa drag washer yang menawarkan peningkatan daya tahan dan kinerja dibandingkan dengan model drag belakang.
Rear drag lebih mudah dikontrol untuk mengakses (terutama ketika pertempuran dengan ikan) namun tidak terlalu bagus untuk spesies ikan besar, tergantung kondisi target pemancing. Untuk popping gunakan drag tinggi di atas 10 kg. Hal ini untuk mencegah ikan masuk ke dalam karang, di mana spot-spot popping yang akan kita jumpai biasanya merupakan karang atau batu mandi, baik di tengah laut maupun pinggiran pantai. Memilih Ukuran / Size Untuk Reel Pancing Memilih ukuran yang benar dari reel bisa menjadi membingungkan. Untuk sebagian besar aplikasi, sepuluh pound test line harus menjadi kekuatan dan ketebalan tertinggi yang ditaruh dalam spinning reel (ini tidak berlaku untuk ikan air asin atau skenario trolling berat).
Semakin kecil line yang akan dipakai, semakin kecil reel yang akan digunakan. Pastikan bahwa reel yang akan Anda beli disamakan ratingnya dengan pound-test senar yang ingin Anda gunakan.
(Informasi ini dapat ditemukan pada spool reel itu sendiri) Misalkan untuk reel Shimano : Untuk lightcasting bisa memilih dari ukuran 1000-4000 tergantung dari line yang akan dipakai. Untuk surfcasting atau mancing di pinggir pantai bisa mulai dari ukuran 5000-8000 bahkan 10000 tergantung dari line yang akan dipakai. Juga ada spek yang khusus untuk surfcasting dengan ciri spool yang dangkal dan lebar.
Untuk light popping, jigging dan mancing dasar di laut bisa memilih ukuran 6000 sampai 10000. Untuk heavy jigging dan popping gunakan kelas 12000-20000 tergantung kebutuhan. Perbandingan Gear Ratio Reel Pancing Gear rasio mengacu pada berapa banyak putaran lengkap pada spool untuk membuat dengan tepat satu putaran handle. Sebuah contoh dari rasio roda gigi akan 3:1 – spool berputar tiga kali untuk setiap kali Anda memutar pegangan. Ini dianggap putaran reel yang lambat krn tidak banyak senar yang diambil selama proses pemutaran. Manfaatnya adalah bahwa gulungan memberikan torsi lebih untuk mancing ikan besar. Sebuah rasio 6:1 dianggap kecepatan tinggi.
Tergantung pada gaya memancing Anda, high, slow atau medium speed rate yang diperlukan. Jika Anda hanya dapat memilih satu reel spinning, cobalah untuk memilih model kecepatan sedang (4 – 4.5:1). Namun, jika Anda mampu beli lebih dari satu reel, pilihlah yang high speed dan slow speed untuk mengcover semua keadaan. Untuk jigging dan mancing dasar biasanya menggunakan rasio di bawah 4,9:1 untuk popping dan casting gunakan rasio 5,0:1 ke atas.
Tipe Reel Pancing Yang Perlu Diketahui Beberapa type reel menuliskan angka-angka 1000, 2000, 3000 hingga 20000 yang berarti kelas dari reel tersebut. Angka 1000 mengartikan bahwa reel tersebut berada pada kelas 1000gram/1 Kg dengan demikian drag maksimum yang dimiliki reel tersebut adalah 1 kg meskipun tidak semua reel demikian. Drag adalah kemampuan reel menahan tarikan dari ikan, jika tarikan ikan melebihi drag maka spool reel akan berputar balik dan senar akan terulur keluar, sebaiknya jangan menyeting Drag sampai mati atau maksimal karena bisa merusak gear di dalam reel atau malah anda yang akan tercebur ke laut sebab tubuh anda yang jadi penahan.
Pentingnya Komponen Ball Bearing di Reel Pancing Spinning reel dilengkapi ball bearing atau Bushings yang ditempatkan dalam badan untuk kelancaran, dukungan dan stabilitas. Kebanyakan spinning reel juga berisi bantalan roll dalam roller line. Lebih banyak ball bearing maka putarannya akan lebih halus. Sealed stainless steel bearing lebih disukai dari pada bushing untuk tambahan ketahan dan kontrol) Pilih reel dengan ball bearing paling banyak bila anda mampu. Minimal, dapatkan reel dengan setidaknya empat ball bearing. Tidak ada yang lebih buruk daripada memiliki reel yang tidak bekerja dengan baik, atau tidak halus pada waktu menggulung, jadi cobalah untuk tidak terlalu irit saat sampai ke bagian pembelian reel ini. Anti-Reverse Handles Pada Reel Pancing Anti-reverse handles adalah prasyarat ketika mencari spinning reel sempurna. Fungsi ini hanya berarti bahwa handle tidak akan berputar balik yang berarti bahwa set hook akan lebih kuat dan akurat karena kurangnya “main” di pegangan reel. Kalo masih ada putaran balik mendingan cari reel lainnya. Spool Dalam Reel Pancing Anda Spool pada spinning reel memainkan peran yang penting, tidak hanya untuk memegang senar, tetapi juga untuk jarak lemparan dan kehalusan.
Kebanyakan spool saat ini ada di jenis aluminium anodized atau grafit; grafit akan menjadi lebih ringan dari dua bahan, meskipun spool aluminium akan menawarkan kekuatan yang lebih besar dan daya tahan. Adapun jenis desain spool, ada dua gaya dasar : spool internal atau skirted spool. Spool internal adalah bagian dari masa lalu, meskipun beberapa produsen masih memiliki model yang tersedia untuk dijual; sederhana dalam desain, salah satu cacat adalah senar dapat menjadi tersangkut dalam housing reel tersebut. Variasi baru ini membantu dalam menghilangkan masalah tersebut. Desain menarik lainnya adalah long cast spool. Banyak seperti namanya, spool ini lebih dangkal dari biasanya, tapi lebih panjang. Spool yang panjang mengurangi gesekan senar, sehingga meningkatkan jarak casting untuk pemancing.

Jenis Joran Berdasarkan Teknik

Memancing memang hobi yang menyenangkan dan sangat diminati untuk saat ini. Salah satu piranti yang digunakan dalam kegiatan memancing adalah Joran. Joran yang digunakan dalam memancing terdiri dari berbagai jenis sesuai dengan teknik yang akan digunakan dalam memancing. Beberapa jenis joran yang umum digunakan dalam memancing di antaranya adalah:

 1. Surf Casting Rod
Joran untuk memancing dari pinggiran karang atau pantai, joran ini panjangnya bisa mencapai 5 meter, mempunyai dudukan reel yang kuat dan grip yang besar untuk dipegang oleh kedua tangan waktu melempat umpan. Biasanya blank-nya bertipe teleskopik. Ada teknik-teknik moderen dalam melempar umpan dengan joran ini hingga bisa mencapai jarak ratusan meter, contohnya Pendulum Cast. Joran jenis ini seperti joran antena biasa. Keunggulannya joran ini adalah panjangnya yang hampir 5 meter atau lebih. Joran ini biasa digunakan untuk memancing dipinggiran karang ataupun memancing pasiran.

2. Ice Fishing Rod
Joran ini biasa digunakan untuk memancing di es. Joran untuk memancing di danau, kolam, atau sungai yang beku dengan cara membuat lubang di es. Karena untuk memudahkan dalam memancing di es, joran ini relatif pendek, hanya sekitar 80-100cm saja dan menggunakan spinning reel.

3. Fly Fishing Rod
Joran ini dirancang sedemikian rupa hingga dapat melempar umpan khusus berbentuk Flies yang relatif ringan dalam jarak yang jauh. Blank panjang dan kecil diameternya dengan kelenturan yang tinggi, reel seat dirancang khusus untuk fly fishing reel. Rod ini biasanya mempunyai 1 ring guide yang besar disebut Stripping Guide dan beberapa ring guide yang lebih kecil disebut Snake Guide, diletakkan di sepanjang blank joran untuk mengontrol jalannya fly line (kenur khusus untuk fly fishing) yang relatif tebal diameternya. Untuk menghindari gangguan dalam melempar (cast) biasanya rod ini tidak mempunyai bagian butt yang berada belakang reel seat, ataupun ada biasanya pendek saja. Tapi ada tipe rod yang mempunyai butt di bagian belakang reel seat dan malahan ada juga yang dilengkapi gimbal butt, biasanya untuk saltwater fly fishing. Joran jenis ini digunakan untuk umpan ringan yang membutuhkan jarak yang jauh.

4. Trolling Rod

Trolling Rod Joran khusus untuk memancing dengan cara Trolling, yaitu memancing dengan menyeret umpan buatan atau umpan alami memakai kapal yang berjalan dalam kecepatan tertentu. Joran ini biasanya mempunyai ukuran dari 5feet sampai dengan 7feet. Ada 2 tipe line guide untuk joran trolling, light dan medium trolling sampai dengan 50lbs biasanya menggunakan ring guide, untuk heavy trolling 50lbs keatas menggunakan roller guide. Semua tipe joran trolling menggunakan tipe Overhead Reel (conventional reel), yaitu reel yang posisinya berada pada sisi atas joran. Bagian butt pada joran trolling ada 2 jenis, yaitu tipe bent (bengkok) dan straight (lurus).

5. Baitcasting Rod
Baitcasting Rod adalah joran dengan Overhead Reel, biasanya digunakan untuk casting umpan di lokasi-lokasi yang sulit terjangkau dengan akurasi yang tinggi. Ciri khas joran tipe ini ditandai dengan adanya pegangan untuk jari telunjuk disebut Trigger Grip atau Pistol Grip (menyerupai trigger pada senapan) pada real seatnya, dan ring guide untuk joran tipe ini biasanya berdiameter jauh lebih kecil daripada ring guide pada spinning rod. Biasanya merek-merek terkenal mengeluarkan 2 model untuk tipe joran yang sama, yaitu model spinning dan model baitcasting. Joran jenis ini biasa digunakan untuk teknik casting karena dapat menjangkau tempat-tempat tertentu dengan akurat.

6. Spinning Rod
Spinning Rod adalah joran dengan Spinning Reel, joran ini biasa digunakan untuk casting umpan jarak jauh dengan mengorbankan sedikit akurasi lemparan. Joran dengan spinning rod adalah joran yang paling umum digunakan di Indonesia karena kemudahan pakai dan harga yang terjangkau. Joran spinning bisa berbentuk teleskopik, 1 section hingga 3 section blank. Spinning rod mempunyai ring guide yang relatif besar terutama pada ring guide yang pertama bila dihitung dari reel seat, fungsi ring guide yang besar ini adalah me-minimalkan friksi kenur yang berputar terhadap ring guide pada saat umpan dilempar. Spinning rod mempunyai jenis-jenis yang populer dikalangan pemancing seperti joran yang biasa dipakai mancing di empang, joran surf casting, joran popping, joran jigging dan sebagainya.

7. Popping Rod
Popping Rod adalah joran untuk mancing dengan teknik Popping, yaitu melempar umpan buatan dari kayu atau plastik yang disebut Popper. Joran popping menggunakan spinning reel sebagai penggulung kenur. Joran ini mempunyai rentang panjang blank mulai dari 7 feet sampai dengan 8,6 feet. Bagian butt dari joran ini sangat kuat, bagian grip nya menggunakan EVA foam dan dilengkapi dengan gimbal butt, beberapa tipe joran menggunakan reel seat dengan kunci pengaman. Joran popping masa kini menggunakan bahan dasar carbon composite untuk blank-nya, bahan ini sangan kuat dan ringan sehingga joran popping moderen dapat memiliki rating sampai dengan 100lbs, hampir rata-rata joran popping mempunyai fast action tapper.

Rating joran popping biasanya disebutkan dalam satuan PE, misalnya PE5, PE6, PE8, PE10. PE adalah satuan ukuran maksimal beban (breaking strain) pada kenur braided, artinya bila suatu joran popping mempunyai rating PE8 berarti kekuatan kenur maksimal untuk joran tersebut adalah PE8. Ring guide untuk joran popping rata-rata sudah memakai bahan metal alloy atau Silicon Carbide untuk mengantisipasi gesekan kenur braided dengan beban yang besar.

8. Jigging Rod
Banyak pemancing terutama orang-orang Jepang menyukai mancing dengan metode mancing yang dinamakan Jigging ini, yaitu mancing dengan menggunakan umpan berbentuk Metal Jig. Umpan ini bisa dilempar kemudian ditarik-tarik, atau bisa juga diulur masuk ke air sampai dengan kedalaman tertentu kemudian ditarik-tarik dengan irama tertentu (horizontal jigging atau vertical jigging). Joran jigging memerlukan kekuatan yang besar karena beban umpan yang bisa mencapai lebih dari 500gr, semua joran jigging mempunyai fast action tapper. Panjang joran jigging bervariasi mulai dari 5 feet sampai dengan 7 feet.

Seperti halnya joran popping, joran jigging mempunyai konstruksi yang sangat kuat tapi ringan, dikarenakan aktifitas jigging yang sangat menguras tenaga. Rating joran jigging biasanya disebutkan dalam satuan PE, misalnya PE5, PE6, PE8, PE10. PE adalah satuan ukuran maksimal beban (breaking strain) pada kenur braided, artinya bila suatu joran jigging mempunyai rating PE8 berarti kekuatan kenur maksimal untuk joran tersebut adalah PE8.

Joran jigging mempunyai 2 model yaitu overhead dan spinning, beberapa merek terkenal mengeluarkan 1 tipe joran yang sama dengan model overhead dan spinning. Walaupun joran jigging mempunyai rating sampai dengan 100lbs, joran model overhead tetap menggunakan line guide berupa ring, bukan roller seperti pada joran trolling. Ring guide menggunakan bahan dasar metal alloy atau silicon carbide untuk menahan gesekan kenur braided.

9. Joran Tegek
Power dan Action dari joran
Joran dibagi-bagi kelasnya dengan Action (sifat-sifat kelenturan joran waktu mendapat beban) dan Power (kekuatan joran).

- Slow Action

Joran tipe ini sangat lentur lifting powernya sangat rendah, ujung joran dapat melengkung sampai hampir mendekati bagian butt dari joran, joran ini bagus untuk mendeteksi gigitan ikan-ikan kecil dan menggunakan kenur yang kecil. Dengan joran tipe ini, tekanan dari ikan lebih diserap oleh joran daripada oleh kenur karena sifat kelenturannya. Joran dengan bahan dasar fiberglass biasanya mempunyai sifat slow action.

- Fast Action

Bila ditekuk joran ini akan sangat cepat sekali kembali ke posisi semula, sangat cocok untuk melempar umpan dengan akurasi tinggi dan untuk memainkan umpan buatan sehingga gerakannya bagus di air. Joran fast action hanya melengkung pada bagian atas joran saja, biasanya mulai dari setengah bagian joran ke atas. Joran-joran moderen dengan tipe ini biasanya terbuat dari High Modulus Graphite atau Carbon Composite sehingga mempunyai kekuatan, sensitifitas dan power yang luar biasa. Power rating dipakai untuk menentukan beban maksimal umpan dan kelas kenur yang dapat ditangani oleh joran tersebut, hal ini lebih berhubungan dengan besarnya target ikan yang akan dipancing

10. Joran bambu
Joran jenis ini banyak digunakan di daerah Yogyakarta, karena joran jenis ini sudah bertahun-tahun ditemukan di Jogja sampai sekarang. Joran jenis ini merupakan sambungan yang kuat antara joran dengan batang bambu muda pilihan sebagai tempat pegangan. Joran jenis ini tidak menggunakan reel, hanya menggunakan tarikan dengan tangan bila mendapatkan ikan. Pendapat dari penikmat mancing dengan jenis joran ini adalah joran ini sensasi pada saat ditarik oleh ikan lebih terasa mantap. Joran bambu ini biasa digunakan untuk memancing di kolam maupun di sungai.

11. Joran Antena (Telescophic)
Joran antena (Telescophic) : joran jenis ini merupakan joran yang dapat disambung seperti antena, ujung atas bagian tip top nya merupakan bahan yang penuh (tidak kosong), sementara bagaian lainnya kosong. Joran jenis ini biasa dipilih karena mudah untuk dibawa kemana mana

Jenis Senar Pancing


Jenis Senar Pancing – Di dalam  dunia pemancingan, senar pancing merupakan syarat mutlak untuk menentukan ikan apa yang ingin kita pancing. Karena kekuatan senar sangat berpengaruh pada saat strike dan fight dengan ikan. Pada umumnya senar pancing ada 2 macam yaitu Monofilament dan Multifilament.

Monofilament Line adalah senar yang terdiri dari serat tunggal yang terbuat dari bahan polimer. Senar jenis ini banyak kita jumpai di toko – toko pancing di sekitar kita dan merupakan favorit para pemancing karena harganya yang relatif murah. Para pemancing biasa menggunakan senar jenis ini untuk memancing sehari – hari seperti di kolam pancingan, sungai, bahkan juga di laut.

Yang kedua yaitu Multi filament Line. Sesuai namanya, senar multifilament adalah senar yang terbuat dari serat polietilen yang sangat tipis yang dirangkai menjadi satu senar yang sangat kuat. Bahkan kekuatannya melebihi kekuatan baja dengan fleksibilitas yang baik. Dengan kualitas yang demikian tentunya harga senar jenis ini jauh lebih mahal dibanding senar monofilament.

Pembeli senar ini kebanyakan adalah para penghoby mancing di laut yang menginginkan strike ikan yang besar seperti tuna, marlin, GT, dan lain – lain. Mengingat ikan – ikan tersebut selain besar juga memiliki gigi yang tajam, sehingga memerlukan senar yang tidak mudah putus ketika terkena gigi – gigi ikan tersebut.
Beberapa merk senar terkenal adalah Galis, Varivas, Nitlon, Maguro, Okuma, Kai’zen, Relix, X-Zoga, Berkely, Penn dan sebagainya

Tips memilih Rod

tips memilih joran yang baik ( rod)


Joran merupakan salahsatu piranti utama yang digunakan dalam kegiatan memancing. Dalam memilih joran yang akan digunakan untuk trip mancing anda pun tidak bisa sembarangan. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti: joran patah, kurang pas untuk teknik mancing yang anda gunakan, tidak nyaman dipakai, maka perlu adanya pengetahuan yang lebih luas dalam memilih joran sebelum anda pergi memancing. Berikut ini beberapa hal perlu diperhatikan dan tips dalam memilih joran yang mungkin bisa membantu dan menambah wawasan anda dalam menentukan joran pancing yang anda pilih.
Hal Yang Perlu Diperhatikan
Dalam pemilihan joran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum anda memutuskan untuk membeli sebuah joran pancing, yaitu:
1. Berat Joran
Berat joran ini juga mesti jadi perhatian kita. Joran fiberglass itu kuat, tapi cukup berat, sedang joran carbon itu ringan tapi lebih mudah patah dibandingkan dengan joran fiberglass. Tapi untuk teknik casting sebaiknya memilih joran yang ringan agar tidak membuat kita mudah lelah.
2. Handle / Grip
Handle ini pada dasarnya ada 3 jenis, yaitu handle pendek, medium dan panjang. Joran yang pendek ini, biasanya dipakai untuk single-hand casting (casting dengan 1 tangan), dan yang panjang untuk double-hand casting (casting dengan 2 tangan). Sedang yang medium, biasanya untuk single-hand casting tapi posisi ujung joran yang lebih panjang ini akan membantu kita menahan beban joran, terutama saat fight dengan ikan. Selain itu, pada handle ini terdapat apa yang disebut dengan “reel sheet” alias dudukan reel. Kita harus tahu dulu, reel apa yang akan kita pakai. Kalau kita mau pakai Spinning Reel, joran juga harus disesuaikan, demikian juga kalau kita mau pakai bait reel.
3. One piece rod / Joran casting
Joran casting terbaik, sebenarnya adalah joran yang cuma 1 batang saja, alias tidak sambungan. Tapi, untuk joran panjang lebih dari 1,8 meter, agak sulit rasanya kalau kita memaksa memakai yang “one piece” itu. Nah, untuk joran panjang, akan lebih baik kalau kita memilih yang 2 pieces untuk panjang joran sekitar 3 m, atau 3 pieces untuk joran yang lebih panjang lagi.
4. Fast Tapper, Slow Tapper
Joran itu secara garis besar ada type yang Fast Tapper dan juga Slow Tapper. Isitilah tapper ini seperti kecepatan action di joran dalam merespon gerakan kita saat kita menghentak joran pada waktu “hit” atau lure disambar ikan. Joran fast tapper ini cenderung keras di bagian pangkal sampai ke bagian tengah joran, baru agak lemas/lentur di ujungnya, sedang yang slow tappercenderung lentur mulai dari ujung joran dekat handle/grip. Joran fast tapper cenderung lebih mudah dipakai, karena dengan joran ini kita bisa casting lebih jauh dan respon joran saat kita gentak juga cukup cepat.
Tips
Ada beberapa tips yang bisa anda terapkan dalam memilih joran ketika anda hendak memancing, antara lain:
1. Tentukan dimana lokasi anda akan memancing, menentukan pilihan joran pancing. Jika anda akan memancing di laut, lebih baiknya anda memilih joran yang biasa tergabung dengan reel didalamnya. Bisa yang include atau bisa anda cari secara terpisah. Mengapa? karena lokasi laut membutuhkan senar (benang pancing) yang panjang. Jadi anda perlu tempat untuk senar (benang pancing) anda. Di sisi lain, sifat ikan yang perlu fight untuk mengangkat ke permukaan. Bayangkan jika senar (benang pancing) anda panjangnya hanya sebatas panjang joran anda?
2. Pilihlah jenis joran batangan jika lokasi memancing ada di sungai-sungai dangkal, kolam pancing, maupun di tepi-tepi danau. Hal ini untuk memudahkan anda dalam menghandle joran pancing. Tidak ada aturan memang untuk menggunakan jenis joran ini di tempat-tempat tersebut. Namun, banyak pendapat dari pemancing yang enjoy/lebih senang menggunakan jenis joran batangan ini. Kembali ke kenyamanan anda masing-masing. Untuk memancing di kolam pancing biasanya orang memilih joran / stick yang sangat lentur sehingga ketika ikan memakan umpan kita dengan gampang membetot / menyentakan pancingan dengan ringan sehingga mulut ikan sobet dan kail tercantel dengan kuat.
3. Jika memilih joran dengan tempat senar (benang pancing) sebagai jalanya benang pancing dari reel, pilihlah yang mempunyai dasar berlapis keramik. Mengapa? karena jika terjadi gesekan pada saat terjadi Fight, kemungkinan tali pancing (senar) putus akan berkurang. Lain halnya jika anda memilih cincin tali pancing yang berdasar besi atau logam-logam lain yang mudah berkarat. Hal ini bisa membuat tali pancing anda putus karena gesekan yang terjadi.
Ada 2 jenis reel yang bisa Anda gunakan:
a). Spinning Reel
Kelebihannya adalah bisa dengan cepat menggulung kenur, jarang terjadi trouble dengan kenur seperti “lash-back”, cukup mudah casting jauh meski lurenya ringan. Kekurangannya adalah kalau kenur tidak kencang maka akan mudah keluar dari spool semaunya sendiri, resiko ruwet besar, tidak terlalu mampu menahan beban berat.
b). BaitCasting Reel
Kelebihannya adalah lebih kuat saat kita menggulung benang / fight dengan ikan, kenur tidak mudah melintir. Intinya, reel ini kuat dalam hal menahan beban. Kekurangannya adalah reel ini menggulung kenur dengan lebih lambat dibanding dengan spinning reel, kalau lurenya ringan agak sulit casting jarak jauh, ada resiko “lash-back” alias, kenur menggulung terbalik di spoolnya.
4. Diameter dari joran juga tidak kalah pentingnya dalam penentuan ini. Karena joran dengan diameter besar, sangat tidak nyaman di pegangan ketika tangan sang pemancing lebih kecil. Hal tersebut juga perlu anda perhatikan dalam lokasi mancing anda. Jangan memilih joran dengan diameter kecil (untuk anak anda) jika lokasi memancing anda adalah di lautan dengan target ikan-ikan besar.

PERALATAN TROLLING

1.  Reel Trolling
untuk memancing dengan teknik trolling memang membutuhkan reel yang khusus. Gunakan reel yang di lengkapi dengan Level Drag dan double speed.
2.  Joran
Untuk joran, pilih joran yang dilengkapi dengan Roller hal ini bertujuan agar senar tidak ter gencet / menjadi pipih disaat mendapatkan tekanan besar serta tidak mudah panas disaat Long Fight.
3.  Senar
Senar monofilament dengan ukuran 50-80lbs
4. Shockleader
ukuran shockleader biasanya dua kali ukuran mainline. Jika menggunakan senar ukuran 50lbs maka shockleader yang digunakan 100lbs
5.  Barrel Swivel, Split Ring dan Sleve
6. Serat Kabel Baja / wire
Digunakan untuk menyambung senar dengan mata pancing. Selain itu berguna untuk melindungi senar dari gigi ikan yang tajam. Panjangnya kira-kira 1 – 1.5m. Untuk umpan yang menggunakan konahead dan umpan alami biasanya tidak memakai wire karena untuk memaksimalkan kerja umpan tersebut.
7.  Umpan
Ada dua alternatif untuk memilih umpan trolling, bisa dengan umpan alami ataupun umpan buatan. Untuk umpan buatan gunakan umpan yang berwarna terang, mengkilat dan kuat. Biasanya umpan buatan terbuat dari logam atau metal. Keuntungan menggunakan umpan buatan adalah tidak mudah hancur saat terkena ombak . Umpan buatan yang biasa digunakan diantaranya; Rapala, Konahead Sedangkan untuk umpan alami ikan yang digunakan adalah ikan bandeng karena memiliki warna yang terang sehingga dapat menarik perhatian ikan target.
8.  Mata Pancing
jika menggunakan umpan alami mata pancing mutlak diperlukan. Gunakan mata pancing nomor 5 – 7, karena pada umumnya target pemancingan trolling adalah ikan besar, jadi mata pancing yang dipakai juga harus sesuai. Sedangkan jika memakai umpan buatan biasanya sudah terdapat mata pancing yang sesuai ukuran umpannya.
9.  Kapal
untuk yang ini tidak bisa dilupakan perannya sangat vital sekali.
TROLLING ACTION
Banyak faktor yang menentukan sukses atau tidaknya mancing dengan teknik trolling diantaranya: Intensitas cahaya matahari, Jernih atau tidaknya kondisi air laut sehingga pemilihan warna dan jenis umpan juga harus disesuaikan. Perpaduan skill pemancing dan kapten kapal juga sangat menentukan kesuksesan. Pengaturan kecepatan kapal saat menarik perhatian ikan pemangsa, sehingga umpan keliatan dipermukaan air sampai pada waktu sang pemancing fight dengan ikan sasaran.

Teknik Mancing Trolling

Persiapan mancing cara trolling

Memancing sistem trolling memiliki tingkat kesulitan paling tinggi, karena tidak hanya dibutuhkan ketrampilan dari pemancing saja untuk mendapatkan ikan, namun juga ketrampilan dari pengemudi kapal juga.
Saat menarik perhatian ikan juga membutuhkan ketrampilan dari pemilik kapal. Bagamana ia mengatur kecepatan kapal kira kira sampai umpan kelihatan melayang di permukaan air.
Ketrampilan juru mudi juga penting pada saat fight dengan ikan sasaran. Mengingat sasaran dari mancing trolling juga besar bahkan bisa lebih besar dari tubuh pemancing sendiri, arah haluan kapal juga harus tepat sehingga saat ikan menyentak tali pancing, tubuh dari pemancing tidak sampai terbawa oleh ikan. Dengan kepandaian dari pemancing dan pengemudi kapal maka ikan bisa diangkat dari air.

Alat untuk mancing trolling

Memancing trolling biasanya menggunakan joran sebagai pengaman. Joran yang baik adalah yang terbuat dari fiberglass atau sekarang sudah terdapat beberapa joran yang terbuat dari serat karbon. Panjang dari joran yang baik adalah maksimal 1,5 M.
Joran juga dilengkapi dengan penggulung atau reel untuk memudahkan penggulungan senar. Reel yang baik terdapat kuncian untuk menahan beban dengan kekuatan tertentu. Penggulung atau reel yang baik biasanya memiliki gigi dari stainless steel sehingga mampu menahan beban besar.

Umpan Untuk Mancing Trolling

Target sasaran pemancingan trolling cukup besar, mata pancing yang digunakan pun haruslah cukup besar nomor 5 – 7. biasanya kalau umpan yang anda gunakan umpan buatan sudah terdapat mata pancing sesuai dengan ukuran dari umpannya. Untuk senar anda bisa menggunakan yang monofilament tentu saja dengan memperhatikan kekuatan dari tarikan ikannya.
Untuk menyambung senar dengan mata pancing sebaiknya anda menambahkan tambahan sambungan berupa serat kabel baja yang berukuran kecil sepanjang kurang lebih 1 – 1,5 M untuk melindungi senar dari tajamnya gigi – gigi ikan. Senar juga harus cukup panjang sehingga saat fight dengan ikan tidak sampai kekurangan senar.

Cerita, kesimpulan dan pengertian mancing trolling

Teknik memancing trolling merupakan teknik memancing permukaan, disebut demikian karena teknik ini mencari ikan yang sering berada berada di permukaan air laut seperti ikan tuna, cakalang, lemadang dan marlin. Jenis ikan tersebut memiliki kebiasaan untuk makan di permukaan air yaitu sekumpulan ikan yang menjadi santapan mereka, contohnya ikan teri dan ikan belanak.
Maka sebagai umpannya para pemancing menggunakan umpan tiruan yang menyerupai ikan tersebut diatas. Dengan umpan tiruan keuntungannya adalah dari segi keawetannya tentu saja umpan buatan tidak akan hancur jika terkena ombak saat dipasang dan ditarik dengan perahu.
Memancing sistem trolling memang membutuhkan perahu sebagai alat utama. Dengan cara menaiki perahu umpan ditarik sedemikian rupa sehingga menarik ikan pemangsa seperti marlin untuk menyantapnya. Umpan ikan dipilih yang memiliki warna yang cerah dan berkilau seperti warna ikan aslinya. Penggunaan warna terang akan menarik ikan pemangsa untuk mengejarnya.

Alternatif cara lain, selain mancing trolling di tengah laut.

  • 1

    KITE FISHING (Mancing menggunakan layang-layang): Memancing dari perahu dengan menggunakan layang-layang untuk menjauhkan umpan pada jarak tertentu. Dan juga untuk menjaga umpan agar tetap berada di permukaan air, karena tehnik ini biasanya di lakukan untuk menangkap ikan-ikan permukaan (palagis). Beberapa pemancing bahkan menggunakan jerat untuk menangkap ikan. Alat pancing yang biasanya dipakai adalah jenis spinning, dan disamping menggunakan layang-layang dapat pula memakai balon.

  • 2

    BOTTOM FISHING (Mancing dasar/jebluk): Memancing dari atas perahu yang di jangkar diatas lokasi yang dianggap potensial seperti gugusan karang, tubiran, dll. Menggunakan pemberat (umumnya terbuat dari timah) untuk menenggelamkan umpan sampai ke dasar laut. Umpan yang umum dipakai antara lain udang, ikan hidup, irisan daging ikan, cacing laut, dll. Anda dapat menggunakan type piranti yang sesuai dengan keinginan. Pada lokasi yang berpotensi ikan besar, sebaiknya menggunakan tipe konvensional. Anda akan mempunyai tali pancing yang cukup panjang dan juga kelas kenur menengah dengan menggunakan type konvensional. Sedangkan untuk ikan yang lebih kecil akan lebih mengasyikan jika menggunakan type spinning atau baitcasting.

  • 3

    DRIFTING (Mancing berhanyut): Maksud dan artinya ialah menghanyutkan umpan atau perahu, keduanya akan menimbulkan efek yang sama. Umpan yang paling baik digunakan adalah umpan hidup dengan menggunakan piranti jenis spinning, baitcasting atau conventional. Ada pula pemancing yang melakukan hal ini untuk menemukan gugusan karang yang dikelilingi oleh ikan-ikan pancingan. Setelah ada yang menyambar umpan, biasanya jangkar di lemparkan dilokasi tersebut.

  • 4

    JERKING (Mancing hentak/ngotrek): Sama halnya pada mancing dasar, perbedaanya terletak pada umpan yang dipakai. Mancing ngotrek menggunakan umpan tiruan yang diberi pemberat agar dapat tenggelam sampai ke dasar laut.

Dan umpan tsb biasanya menyerupai ikan kecil, cacing, udang, dll. Melempar umpan dan lalu mengulur kenur sampai umpan sampai ke dasar laut, lalu gulung kenur sambil menggerakan joran untuk menciptakan gerakan kepada umpan agar terlihat seperti hidup. Setelah umpan sampai dipermukaan tenggelamkan umpan kembali, lalu gulung lagi.
Demikian berulang-ulang sampai ada ikan yang menyambar umpan itu. Piranti yang umum dipakai adalah jenis spinning, baitcasting dan conventional.
Kita semua bisa melakukan cara mancing yang mudah dan sesuai dengan selera kita, tidak perlu harus trolling bila anda menyukai jerking, dsb. Yang perlu dilakukan adalah salurkan aja hobi mancing anda dengan baik dan enak untuk anda

Cara Membuat Umpan Mancing Tiruan

Cara Membuat Umpan Mancing Tiruan





Mancing tidak selamanya harus menggunakan umpan alami ato umpan hidup istilah yang bagi senior mancing nyebutnya livebait.Umpan mancing menentukan keberhasilan kita untuk mengangkat mahkluk air ini selain dari faktor keberuntungan,tentunya ikan yang akan menjadi sasaran adalah jenis predator.Ada beberapa jenis Ikan predator yang hidup di air tawar misalnya Hampala,gabus,bawal.sedangkan untuk dilaut hampir kebanyakan adalah ikan jenis predator,namun tidak semuanya.Nah supaya cacing di pekarangan rumah tetep terjaga kelestariannya dan tidak perlu membeli udang atau umpan hidup yang lainnya maka inisiatif lain kita menggunakan umpan buatan atau lure .Lure merupakan sebuah umpan tiruan yang terbuat dari kayu,plastik,ataupun mika.Bentuk dari lure bermacam-macam,misalnya ikan,kodok atau serangga.Namun karena untuk membeli lure kita kudu merogoh kocek yang ga dikit kalo kita belinya ga cuma satu atau dua lure.
Maka berdasarkan pengalaman ini saya akan mencoba berbagi ilmu tentang cara membuat lure sendiri untuk memancing dengan cara casting .Sebelum langkah-langkah pembuatan yang perlu kita perhatikan supaya lure yang akan kita buat sesuai dengan apa yang yang kita harapkan,yaitu dapat menarik daya tarik ikan untuk memakannya.Untuk membuat lure sendiri yang perlu disiapkan adalah bahan-bahan sbb:

1.kayu ( disini saya menggunakan kayu sisa packing barang kiriman )
2.Lem perekat jenis Epoxy
3.Kawat stain less anti karat,bisa kawat dari bahan nikelin ( saya mengunakan kawat untuk penjepit kertas )

Alat-alat:
1.pisau cutter
2.gergaji besi
3.amplas halus
4.pensil/spidol
5.cat warna putih sebagai dasaran,warna lain sesaui selera

Pertama-tama gambarlah model bentuk pada permukaan kayu menggunakan pensil/spidol,bisa bentuk ikan atau serangga.Kemudian potonglah kayu sesuai dengan gambar td dengan gergaji,setelah terpotong bentuklah menggunakan pisau cutter kayu sesuai desain yang telah digambar.Setelah jadi sesuai bentuk,amplas supaya permukaan kayu menjadi halus,agar proses pengecatan badan lure menjadi sempurna.
Setelah jadi membentuk badan lure kemudian belahlah pada sisi bawah badan lure dari leher hingga ekor,belahan ini nantinya untuk menempatkan kawat.Bentukleh kawat bekas dari penjepit kertas untuk lubang trebel hook swivel dan trebel hooknya.Setelah pembentukan kawatnya jadi kemudian sisipkan kawat tersebut pada lubang sayatan body lure,jangan lupa berikan pemberat dari timah atau bola besi bekas bearing ditengahnya.Tujuannya supaya gerakkan lure bisa megal-megol menyerupai ikan yang asli,setelah itu tutup lubang dengan lem expoxy.Kemudian rapikan bekas lem dengan amplas.Untuk memastikan gerakan lure sudah sesuai atau belum bisa kita coba dulu di bak mandi atau kolam depan rumah,bila gerakkan lure belum sesuai maka perlu disesuaikan timah pemberat ( dikurangi atau ditambah beratnya)sampai ketemu berat yang ideal.
Proses terakhir adalah pengecatan,gunakan cat warna dasar putih kemudian warna finishing sesuai selera kita,namun buatlah warna body lure semenarik dan semirip mungkin dengan warna ikan yag asli.
Jadi juga deh lure buatan sendiri,tinggal dicobain aja di kolam bawal,dikali atau laut yang banyak ikan predatornya.Selamat mancing dengan lure buatan sendiri.
Berikut gambar urut-urutan cara pembuatan lure :
1.Membuat desain gambar ikan pada kayu

2.Kayu yang sudah dibentuk menyerupai ikan

3.Bagian bawah lure diberi lubang sayatan untuk menempatkan kawat

4.Cara membuat simpul kawat untuk leader dan treeblehook

5.Cara menempatkan kawat pada badan lure

6.Proses pengecatan

7.Proses pengeringan

8.Lure yang sudah jadi siap untuk dicoba

Teknik Memasang Umpan

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk memasang umpan, yaitu :

A. Mata kail

Mata kail berperan sangat penting dalam menggunakan umpan sotong (cumi) hidup, apabila kail itu besar dan berat maka ia akan membunuh umpan tersebut. Anda perlu menyesuaikan kail dengan umpan. Mata kail berukuran antara 1/0 hingga 8/0 adalah yang paling sesuai terutama yang diperbuat daripada "carbon steel" karena kail yang diperbuat daripada jenis ini adalah sangat ringan. Penggunaan kail tergantung pada ikan yang ingin di pancing, misalnya untuk ikan Tenggiri mata kail berukuran antara 5/0 hingga 7/0 dapat digunakan adapun untuk ikan jenis Tuna yang besar maka ukuran 5/0 hingga 10/0 yang digunakan.

B. Jenis perambut

Jenis perambut yang digunakan juga berperan sangat penting karena akan menentukan umpan tersebut dapat bergerak secara alami serta jenis kail yang perlu digunakan. Cobalah gunakan jenis "wire leader" yang paling halus sekali dari jenis 25 lb hingga 40 lb untuk ikan tenggiri dan 80 lb hingga 120 lb untuk ikan jenis Pari atau Pe atau cobalah gunakan jenis "mono leader" antara 60 lb hingga 120 lb dengan kail dari jenis "O'Shaughnessy" yang mempunyai batang (shank) yang panjang.

I. Umpan Ikan Hidup (Life Bait)

1. Cara memasang umpan untuk memancing di permukaan air (Surface Fishing)
Jika kita menginginkan umpan hidup bermain di atas permukaan air dimana ikan yang diburu seperti ikan tenggiri, ikan layaran atau mersuji. Kita memasang mata kail pada umpan ikan hidup pada beberapa bagian supaya umpan ikan tersebut akan berenang hanya beberapa kaki di permukaan air. Kita memasang mata kail pada belakang ikan dekat dengan ekor, boleh juga memasang mata kail di bagian belakang kepala atau melalui mulut ikan umpan tersebut.


2. Cara memasang umpan untuk memancing ke dasar atau ke bawah (Bottom Fishing)
Jika kita menginginkan umpan hidup kita bermain di dasar atau di bawah permukaan air dimana ikan yang diburu seperti ikan gerepoh (GT), kakap. . Kita memasang mata kail pada umpan ikan hidup pada beberapa bagian supaya umpan ikan tersebut akan berenang di dasar laut atau di bawah air. Kita memasang mata kail pada belakang ikan dekat dengan ekor dimana kail di letakkan pada bagian bawah ikan.

3. Cara memasang umpan untuk memancing di arus yang kuat atau menggunakan batu pemberat. (Fast current or with sinkers)
Ketika kita memancing di arus yang deras, kita memerlukan batu pemberat untuk umpan ikan hidup itu berada di tahap kedalaman yang kita tentukan. Kita memasang mata kail pada umpan ikan hidup pada beberapa tempat supaya umpan ikan itu hanya berenang di dasar laut atau di bawah air. Pasang mata kail pada belakang kepala ikan dimana kail diletakkan pada bagian atas ikan atau melalui mata umpan ikan tersebut. Cara ini dapat membantu ikan tersebut berada pada tahap yang ditentukan dan juga ikan tidak akan mati dengan cepat.


II. Umpan Sotong

Salah satu umpan yang paling digemari oleh pemancing di dunia adalah sotong atau cumi, dan umpan ini dapat digunakan secara seekor atau secara irisan maupun hidup atau yang sudah mati. Bagi saya sotong adalah umpan yang paling bagus digunakan sebagai umpan karena sotong adalah makanan utama ikan di laut. Dapat dikatakan semua ikan di laut memakan sotong.

A. Cara menyimpan Umpan Sotong
Terdapat banyak jenis sotong yang ada di perairan negara kita dan boleh dikatakan semua jenis sotong boleh digunakan dari jenis sotong gurita (octopus), sotong pisang (squid), sotong arus (cuttlefish) dan lainnya lagi.
Bagi penggunaan sotong kita haruslah menyimpannya dengan baik karena sotong yang busuk atau rusak tidak akan menarik minat ikan untuk memakannya. Selalulah menggunakan sotong yang segar dan baik.
Cara untuk menyimpan sotong supaya selalu segar adalah membalutnya dengan kertas koran beberapa ekor sebungkus dan dimasukan ke dalam es yang dihancurkan (buried in crushed ice). Tentukan setiap bungkusan hanya terdapat antara 3-5 ekor sotong. Dengan membuat begini kita akan hanya mengeluarkan sebungkus setiap untuk digunakan.
Apabila perahu atau boat yang anda naiki itu mempunyai tempat untuk menyimpan umpan hidup (life bait well), boleh anda menangkap sotong dan menyimpan di dalamnya. Namun yang perlu diperhatikan bahwa terdapat air yang selalu mengalir di dalamnya serta minyak tidak masuk ke dalam tempat menyimpan sotong tersebut. Apabila anda memancing diwaktu malam sediakan lampu menyala di dalam tempat penyimpanan sotong tersebut karena ini dapat menahan sotong dari mati.

B. Cara Memasang Umpan Sotong
1. Sotong Hidup
Beberapa cara untuk memasang umpan sotong hidup tersebut, yaitu :
Pada bagian ekor sotong kita perhatikan, di atas dekat dengan ekor sotong terdapat satu lubang di antara ekor sotong, masukkan mata kail melalui lubang tersebut dan cangkuk keluar kail tersebut melalui sisi yang sama.

Sekiranya umpan itu besar atau kita perlu menggunakan 2 mata kail maka satu mata kail dimasukkan ke dalam sotong tersebut dan satu lagi dibiarkan di luar sotong tersebut


III. Umpan Udang
Salah satu umpan yang digemari oleh pemancing adalah udang dan digunakan secara seekor atau secara irisan maupun hidup atau yang sudah mati. Umpan udang adalah umpan yang saya gemari karena udang adalah makanan utama ikan di laut, muara dan di sungai. Dapat dikatakan semua ikan suka memakan umpan udang.

A. Cara menyimpan Umpan Udang
Untuk penggunaan umpan udang kita haruslah menyimpannya dengan baik karena udang yang busuk atau rusak tidak akan menarik minat ikan untuk memakannya. Selalulah menggunakan udang yang segar dan baik. Apabila membeli udang pastikan yang masih segar dengan cara menarik kepala udang tersebut tidak mudah tercabut, apabila kepalanya mudah tercabut maka udang tersebut tidak segar lagi.

Cara untuk menyimpan udang yang masih hidup (life bait) adalah dimasukan kedalam wadah udang yang dapat air dan udara mengalir masuk kedalamnya, tempat atau wadah udang sebaiknya dapat dimasukan ke dalam air laut dengan dikaitkan seutas tali, hal yang terpenting adalah dalam wadah udang harus gelap atau tidak terang yang tembus langsung oleh cahaya matahari supaya udang tetap hidup. Untuk udang yang mati dan agar selalu segar adalah membungkusnya dengan kertas beberapa ekor sebungkus dan memasukannya ke dalam es yang dihancurkan. (buried in crushed ice). Dapat juga udang dibekukan terlebih dahulu. Tentukan setiap bungkus kertas hanya terdapat antara 5-10 ekor saja.

B. Cara memasang Umpan Udang Hidup

Pada bagian ekor udang kita perhatikan mempunyai garisan, ini adalah saraf belakang dan kita sepatutnya tidak mencangkuk mata kail di sini karena akan membunuh udang tersebut.

Masukkan mata kail di sebelah saraf tersebut dan cangkuk keluar kail tersebut melalui sisi yang berlawan (opposite).


Kita dapat juga mencangkuk udang tersebut pada kepala melalui kulit kepala di leher udang tersebut dan cangkuk keluar kail melalui mata udang tersebut.
Untuk umpan udang lipan (Mantis Prawn) terdapat pula beberapa tempat dimana kita dapat mencangkuk kail. Udang lipan yang hidup adalah yang terbaik untuk memancing ikan dari jenis ikan Kakap Merah, Jenaha dan Kerapu.


Untuk umpan yang segar atau mati kita dapat menggunakan cara di atas atau mencangkuk melalui ekor ke badan udang tersebut atau beberapa ekor sekaligus sekiranya udang tersebut kecil.

Berikut contoh-contoh cara memasang umpan lainnya:
  
Lainnya:

Lainnya lagi:

Casting, Jigging, Popping dan Trolling adalah Hiponim dari Mancing

 kita berbicara tentang mancing, otomatis yang tersirat di benak kita adalah memasang umpan (baik itu umpan hidup atau umpan yang sudah mati) di kail dan melemparkannya di sungai atau laut yang kira-kira berpotensi untuk dimakan ikan. Dibalik semua itu, masih ada banyak hal yang sangat luas untuk dibahas, seperti halnya fisherman dan angler. Perbedaan mendasar antara fisherman dan angler adalah peralatan yang digunakan dan juga teknik yang digunakannya saat berburu ikan. 
Fisherman cenderung menuju ke peralatan yang cukup sederhana, joran, senar dan kail dengan teknik seperti yang telah dijelaskan di awal kalimat. Sedangkan angler, sedikit lebih ruwet, angler sendiri di ambil dari kataangling fish, yaitu salah satu ikan dari perairan laut dalam. Angler adalah pemancing yang menggunakan rod atau joran, senar, reel dan juga umpan buatan yang disebut dengan lure (memiliki bentuk menyerupai ikan dan lebih seperti mainan). Teknik yang biasanya digunakan adalah Casting, Jigging, Popping dan Trolling yang merupakan bagian dari salah satu tehnik dalam memancing.
Dimulai dari teknik casting, Casting merupakan salah satu teknik memancing dengan cara melempar dan menarik kembali, dimulai dengan melempar lure, retrieving atau menggulungnya dengan reel sambil memainkannya sesuai dengan tipe lure yang digunakan. Ini dilakukan terus menerus hingga lure tersebut disambar oleh sang predator air.  Peralatan yang digunakan untuk casting adalah, Joran casting (memiliki tingkat kelenturan yang sangat tinggi), reel baitcasting (bisa mengatur kecepatan retrieving dan spool saat melempar dan menarik lure), dan otomatis yang terakhir adalah lure itu sendiri.
Casting cenderung digunakan untuk memancing di sungai dengan target ikan-ikan predator seperti; hampala, toman, gabus, dan sejenisnya. Lure-lure yang digunakan untuk casting adalah; Stickbait, Minnow, Spoon, Spinner, Pencil, Froggie, Casper, dan masih banyak lainnya. Tiap-tiap lure mempunyai action (gerakan umpan ketika dimainkan di air) yang berbeda-beda, dan tentunya tiap lure mempunyai teknik yang berbeda-beda pada saat retrieving.
Teknik mancing yang kedua adalah Jigging. Pada teknik mancing yang ini, tidak serumit teknik casting yang terlalu banyak jenis lure dan cara yang berbeda-beda saat memainkannya. Jigging adalah teknik memancing dengan menjatuhkan lure hingga kedasar laut, dan mulai mengayun-ayunkan joran diimbangi dengan retrieving.
Namun pada saat retrieving, lure tidak digulung hingga ke permukaan, kira-kira sampai di tengah kedalaman laut, spool reel kembali dibuka agar lure kembali kedasar dan mulai memainkan teknik yang sama hingga ada sambaran dari predator perairan laut dalam. Joran pada teknik ini sangat kaku, karena dibutuhkan kekuatan disini untuk mengangkat ikan, reel yang biasa digunakan adalah spinning reel kelas hard action. Dan untuk lurenya itu sendiri jelas sekali menggunakan Metal Jig, sesuai dengan nama tekniknya.
Setelah teknik Jigging masih ada teknik Trolling. Dibandingkan dengan teknik memancing lainnya, teknik ini merupakan teknik memancing dengan peralatan termahal, tidak semua angler bisa merasakan sensasi strike dengan teknik ini. Trolling adalah teknik memancing dengan menenggelamkan lure dan juga disertai dengan jalannya kapal. Teknik ini merupakan teknik mancing termudah, karena angler disini hanya mengulur lure yang terkait pada senar dari joran dengan jarak sekitar 100-200 meter dari kapal, dan membiarkan lure tetap terseret di air yang mengakibatkan gerakan-gerakan akibat perubahan kapal sambil menunggu sambaran ikan.
Mengapa teknik ini merupakan teknik termahal, karena harga joran dan reel khusus trolling harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk kelas medium action, selain itu angler juga harus menyewa kapal untuk bisa melancarkan teknik memancing yang satu ini. Lure yang biasa digunakan untuk teknik ini adalah minnow.
Teknik yang terakhir pada dunia pemancingan adalah Popping. Teknik ini sangat populer saat ini, karena banyak dibahas di media televisi dan juga majalah. Teknik pada popping tidak berbeda jauh dengan Casting, yaitu melempar dan menarik lure secara berulang-ulang hingga mendapatkan sambaran dari sang predator. Pada teknik ini, sang predator dipaksa untuk menyambar popper (lure khusus untuk teknik popping) karena gerakan dan splashnya yang sangat mengganggu teritorinya, jadi sang predator menyambar bukan karena merasa lapar, melainkan karena merasa terusik oleh umpan buatan manusia itu. Teknik ini juga merupakan teknik yang sangat digemari oleh para anglers, dikarenakan mereka bisa menyaksikan langsung sambaran ikan pada popper atau juga yang biasa disebut dengan SENSASI STRIKE!!

Macam Macam Umpan Tiruan/Buatan dan Penggunaannya

Macam Macam Umpan Tiruan/Buatan dan Penggunaannya



 Setelah banyak membahas peralatan / piranti dalam memancing, posting kali ini akan membahas mengenai umpan tiruan yang ada dan biasa dipakai dalam memancing, baik lokal maupun para pemancing manca negara. Pada dasarnya umpan tiruan adalah dikhususkan untuk memancing jenis ikan predator yang mana menjadikan ikan - ikan kecil tertentu sebagai menu utamannya.
Nah ini dia beberapa jenis umpan tiruan / buatan beserta beberapa penggunaan yang sesuai :


a. Floating Plug
     - Terbuat dari bahan yang sifatnya ringan, bisa plastik atau alumunium tipis. Biasa disebut minnow
     - Type umpan yang mengambang diatas permukaan air
     - Panjang umpan 3 - 34 cm, dengan berat 2 - 100 gr
     - Penggunaan mencari ikan yang bnayak makan di daerah sekitar terumbu karang
     - Cocok dalam pemakaian Teknik Mancing secara :   Popping, Trolling

Floating Artificial Lures / Umpan palsu
Beberapa Contoh Floating Plug



b. Sinking Plug
     - Terbuat dari bahan yang berat, hampir sama dengan metal Jig

     - Type umpan yang melayang (ditengah air) dan tenggelam (didasar air)
     - Panjang umpan 7 - 34 cm, dengan berat 7 - 130 gr
     - Cocok dalam pemakaian Teknik Mancing secara :  Jingging, Casting
Sinking Artificial Lures / Umpan palsu
Beberapa varian dari Singking Plug
c. Rapping Plug
     - Type umpan yang melayang di tengah - tengah air. hapi sama dengan type vibration.
     - Dalam penggunaannya, Rapping plug dapat bergerak zig - zag sehingga akan terlihat seperti ikan hidup sungguhan
     - Panjang umpan 4 - 10 cm, dengan berat 5 - 27 gr
     - Cocok dalam pemakaian Teknik Mancing secara : Casting
Rapping Plug Artificial Lures / Umpan palsu
d. Popping/ Popper
     - Type umpan yang mengapung diatas permukaan air
     - Dalam penggunaannya, Poper yang didesing khusus dengan bagian depan (mulut) yang lebar dan terbuka, memberikan efek percikan air yang dilewatintya. hal ini mampu memberikan efek tertarik bagi ikan lain, yang kadang diartikan sebagai ikan yang hendak mati / kondisi lemah
     - Panjang umpan 4 - 34 cm, dengan berat 5 - 100 gr
     - Cocok dalam pemakaian Teknik Mancing secara :  Popping, Trolling
Popper Artificial Lures / Umpan palsu
e. Konahead
     - Terbuat dari bahan karet, yang berbentuk menyerupai cumi - cumi.
     - Dalam penggunaannya, bagian yang terbuat dari karet (seerti rumbai) ini mampu mengambang dan membentuk gerakan seperti cumi - cumi hidup yang sedang berjalan
     - Panjang umpan 10 - 20 cm, dengan berat 5 - 20 gr
     - Cocok dalam pemakaian Teknik Mancing secara :  Trolling
konahead Artificial Lures / Umpan palsu
f. Squid
     - Terbuat dari bahan kayu ringan atau juga plastik.
     - kebanyakan bentuknya menyerupai udang - udangan
     - Panjang umpan 7 - 11 cm, dengan berat 10 - 18 gr
     - Cocok dalam pemakaian Mancing : Ikan Cumi - cumi  
Squid Artificial Lures / Umpan palsu
g. Spoon
     - Berat, pada umumnya terbuat dari bahan metal. biasa disebut pula dengan istilah Metal Jig
     - Umpan akan pada posisi tenggelam, Posisi badan umpan mengkilat
     - Panjang umpan beragam , dengan berat mencapai 14 - 35 gr
     - Cocok dalam pemakaian Teknik Mancing secara :  Jingging, Casting
 Spoon Artificial Lures / Umpan palsu
h. Spinner
     - Umpan yang sudah dilengkapi atau divariasikan dengan spoon/blade dan bulu-bulu.
     - Cara Kerjanya :  spoon tersebut akan berputar mengelilingi lure didalam air, sehingga menimbulkan getaran atau dengung suara yang akan membuat ikan-ikan mendekat.
     - Panjang umpan 7 - 13 cm, dengan berat 5 - 18 gr
     - Cocok dalam pemakaian Teknik Mancing secara :  Trolling, dan mancing didanau
Spinner Artificial Lures / Umpan palsu
i. Flies
     - Umpan yang sudah divariasikan dengan bulu-bulu dan didesign menyerupai bentuk serangga.
     - Umpan bersifat ringan sehingga akan mengambang dipermukaan air menyerupai serangga asli.
     - Panjang umpan 5 - 13 cm, dengan berat 3 - 9 gr

Flies Artificial Lures / Umpan palsu
j. Umpan Karet
     - Umpan yang terbuat dari bahan karet.
     - Memiliki sngat banya variasi bentuk tiruan, mulai dari katang, udang, cumi, dls
     - Panjang umpan 3 - 8 cm, dengan berat 1 - 3 gr
   

Artificial Lures / Umpan palsu

Nah ini sedikit Informasi mengenai umpan - umpan tiruan yang sudah berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber yang ada. Semoga menambah masukan ilmu dan juga jangan lupa untuk sambil melengkapi, dikarenakan kesadaran dalam postingan kali ini mungkin terdapat kekurangan, dan terlebih mohon koreksi dari pada Master dunia PEMANCINGAN..

Teknik Memancing Popping

Peralatan yang perlu disiapkan ketika akan memancing menggunakan teknik popping :
Popper Artificial Lures / Umpan palsu

Reel
Kita bisa menggunakan reel yang memiliki ukuran 8,000-10,000 dengan kapasitas spool besar agar dapat menampung senar yang panjang.

Joran
Joran yang digunakan berukuran 2,1 – 2,5 meter.

Senar
Rekomendasi senar yang digunakan adalah PE 6 – 12. Dengan menggunakan senar ukuran ini, memungkinakan kita untuk melempar ke area yang lebih jauh, selain itu kapasitas gulungan di reel juga akan lebih panjang.

Leader Line
Untuk ukuran leader berkisar antara 80lbs sampai denga 150lbs.

Umpan
Karena menggunakan teknik popping, untuk umpan tentunya menggunakan popper. Pemilihan popper juga harus diperhatikan. Sesuaikan dengan target ikan dan lokasi memancing. Ada 2 jenis popper yaitu Chugger dan Pencil. Chugger mempunyai kepala yang lebug besar dan agak cekung, sehingga dapat menghasilkan bunyi ketika disentak yang akan menarik perhatian ikan. Umpan jenis ini cocok digunakan diperairan yang lebih tenang dan efektif untuk jenis ikan Giant Trevally. Untuk Pencil Popper, bentuknya lebih ramping dan tidak menimbulkan suara keras. Penggunaan pencil popper cukup ditarik terus menerus, tidak perlu disentakkan. Popper pencil ini efektif untuk ikan Tuna.

Bagaimana cara kerja teknik popping ini?

Yang dilakukan adalah melempar popper sejauh mungkin, kemudian menyentaknya kembali sehingga menimbulkan suara dan gerakan dari popper yang menarik ikan – ikan predator untuk untuk menyambar umpan popper

Jigging

jigging

Jigging adalah cara memancing yang bisa mendapatkan ikan besar

fishing jig


Teknik jigging merupakan teknik mancing laut dan tawar yang biasa dilakukan jika anda memancing di sebuah daerah yang memiliki kedalaman yang cukup sekitar 30 – 100 m. teknik jigging merupakan teknik memancing yang menggunakan umpan metal jig yang di ulurkan ke dalam air dengan menggoyang – goyangkannya secara vertikal sehingga sepertinya, umpan metal jig bergerak naik turun dengan aktif dan menarik perhatian ikan predator untuk memakannya.
Meski teknik ini umumnya dilakukan pada pemancingan laut, namun ada juga yang melakukannya di perairan tawar seperti di danau danau di Amerika dan Eropa. Meski prakteknya mudah teknik jigging yang terus menggerakkan umpan cukup membuat capek para pemancing yang mencobanya. Dengan lokasi perairan tengah, ikan sasaran untuk pemancingan teknik jigging adalah ikan predator seperti GT ( Giant Trevally), maupun ikan Baracuda dan Marlin.
Peralatan yang diperlukan untuk pemancingan teknik jigging yang pertama adalah joran yang cukup keras atau hard taper. Penggunaan soft taper atau medium taper agak kurang tepat karena akan menyebabkan umpan jig menjadi terlalu lentur saat di goyangkan di dalam air. Peralatan kedua adalah senar yang memiliki spesifikasi kekuatan tinggi, sehingga saat umpan anda ditarik oleh ikan pemangsa dapat kuat menahan gaya tarikannya. Gunakan kekuatan minimal 20 lbs dan sebaiknya menggunakan jenis senar multi filament yang terkenal tidak mudah keriting saat terjadi tarikan. Daya kekuatannya yang lebih kuat akan mengamankan ikan tangkapan anda.
Peralatan mancing yang ketiga tentu saja adalah umpan metal jig. Saat ini umpan jig tersedia dalam berbagai bentuk warna dan berat. Untuk pemancingan laut terdapat mulai dari berat 60 gram, 80 gram, 100 gram dan 200 gram. Besar dan berat umpan jig disesuaiakan dengan ikan sasaran namun untuk umumnya banyak pemancing menggunakan yang 100 gram. Sebaiknya anda menggunakan mata pancing yang bagus dan baru setiap kali memancing di laut, jika sudah tumpul akan mengurangi kekuatan daya tancapnya.
Bentuk umpan jig terdiri dari kepala , dan tubuh. Bagian kepala jig bisa berbentuk bulat, coned dan macam bentuk lain. Di kepala jig ini di talikan mata pancing yang berukuran cukup besar, seimbang dengan umpannya untuk mengait ikan. Bagian yang kedua dari umpan ini adalah tubuh jig itu sendiri  yang biasanya terbuat dari bahan – bahan karet atau silikon yang tahan air. Tubuh jig sendiri bisa berbentuk seperti tali rumbai2 menyerupai ikan, bentuk ikan karet atau bentuk lain yang menarik.
Untuk bahan material jig yang digunakan di perairan tawar dapat juga menggunakan bahan alami seperti bulu ekor kuda yang dibuat berbentuk seperti serangga dan aneka jenis bentuk serangga dan kadal yang terbuat dari karet. Pemancingan dengan sistem jigging sering dilakukan pemancing laut di Indonesia untuk pemancingan di tengah laut. Meski banyak yang berbentuk warna – warni, namun rekan kami pak Ronny punya pendapat sendiri bahwa di dalam air warna – warna kurang begitu berpengaruh dengan ikan. Justru warna perak mengkilat atau warna flourecent yang berpendar pada saat malam akan lebih menarik perhatian ikan.

Teknik dengan Micro jig

Micro jig adalah salah satu umpan buatan yang digunakan dalam casting. Disebut micro jig karena jig yang digunakan ukurannya sangat kecil dibandingkan jig pada umumnya. Micro jig biasanya mempunyai ukuran antara 5 – 8 cm dan berat antara 15 – 30 gram. Beberapa pancinger  menyebutnya dengan jigcast. Penamaan jigcast karena bendanya berbentuk jig, tetapi menggunakannya dengan cara dilontar atau cast.

Pertimbangan penggunaan lure jenis ini adalah tenaga yang digunakan tidak terlalu besar karena piranti yang digunakan  kelas ringan (dekat sekali dengan mancing empang).  Dengan peralatan dan teknik yang tepat, sensasi yang didapatkan tidak kalah dibandingkan teknik-teknik mancing yang lain.
Target
Di laut, ikan target berupa ikan predator yang diperkirakan mempunyai berat sekitar 1 – 7 kg. Talang-talang, Kerapu, GT, Tenggiri, Cendro, Kakap Merah, Bandeng Laki, dan sejenisnya adalah target yang dituju.
 
Spot
Spot biasanya di tempat dimana kedalamannya tidak terlalu dalam (2 – 10 meter). Laut berkarang dengan kedalaman itu, pantai berkarang, dermaga, jermal atau bagan, muara, dan sejenisnya adalah spot yang bagus buat casting dengan umpan micro jig. Lebih bagus bila kondisi air jernih karena karena memperkirakan kapan harus menggulung (retrieve) menjadi lebih mudah.
Spot keruh dan banyak halangan, terutama di dalam air seperti dahan dan ranting sangat tidak dianjurkan. Bila spot banyak halangan di bawah, kemungkinan tersangkut cukup tinggi. Di spot banyak halangan bawah, menggunakan lure di atas air atau top water sangat dianjurkan.
 
Joran
Joran atau rod yang digunakan adalah joran casting dengan panjang 190 – 210 cm. Bila tidak ada, joran galatama ukuran 180 pun lumayan nyaman dipakai. Upayakan tidak memakai joran lebih pendek daripada itu, kecuali kondisi atap kapal sangat rendah dan tidak mempunyai pilihan kapal lain, ukuran 165 boleh lah, tetapi di bawah itu jangan, karena melontarnya susah.
Action joran paling tidak medium, kalau bisa hard, jangan soft, terutama bagi pancinger yang baru memulai. Kelemahan joran soft terutama pada waktu melempar memerlukan ruang yang lebar. Nah, bagi yang baru memulai, kemungkinan lure nyangkut di pancinger  lain (sering terjadi, hati-hati, bahaya) atau tidak tepat sasaran menjadi jauh lebih tinggi.
Kelemahan lain adalah pada waktu fight, bila menggunakan joran soft, lengkungan dan sensasinya sungguh luar biasa, tetapi waktunya menjadi lebih lama. Nah, bila waktunya lama, kemungkinan mocel menjadi sangat tinggi.
Carilah joran yang mempunyai kekuatan antara 15 – 20 Lbs dan bisa menahan lure 30 – 40 gram.
Reel
Reel yang digunakan biasanya kelas 2.500 – 4.000, tergantung sasaran dan besar senar PE yang dipakai. Semakin besar kelas reel, semakin besar pula kapasitas senarnya. Ada kecenderungan, semakin profesional pancinger, semakin kecil juga piranti yang dipakai. 

Senar & Leader
Senar yang dipakai adalah senar braided atau dikenal dengan istilah PE. Ukuran senar yang paling banyak dipakai adalah PE 1, 1,5, atau 2.
Besarnya leader disesuaikan dengan besar PE. Kondisi ideal, perbandingan antara PE dengan leader adalah 1,5 atau 2. Artinya, Bila menggunakan PE 2 20 lbs, maka leader yang dipakai antara 30 – 60 lbs. Bila memungkinkan, carilah leader fluoro carbon. Kelebihan dari leader jenis ini adalah tidak begitu terlihat di air (invisible under water).
Panjang leader sekitar 1 – 1,5 X panjang reel ke ujung joran, tergantung pada kebiasaan pancinger. Lebih dari 1,5 kali sangat tidak dianjurkan karena kemungkinan besar leader menumpuk di reel sehingga pada waktu dilontarkan, kemungkinan kusut semakin tinggi.
Melontar
Lontaran yang bagus bila semakin dekat atau bahkan tepat titik yang ingin kita tuju dan jatuhnya lure. Ikan biasanya berada di sekitar karang yang dangkal. Ciri karang yang dangkal, adalah airnya lebih cerah daripada daerah sekitarnya (bila agak dalam), atau terlihat kehitam-hitaman di dasar laut (bila agak dangkal).
Teknik Retrive
Secara umum, teknik menggulung atau retrieve ada tiga, yaitu lambat, sedang, dan cepat.
Kapan retrieve dimulai? Retrieve dimulai setelah umpan dilontarkan, tenggelam sampai ½ - ¾ kedlaman air. Penggunaan fish finder dan PE warna warni (umumnya setiap berganti warna 10 meter) akan sangat membantu. Bila micro jig sampai dasar, apalagi hooknya jenis treble hook (hook mata tiga), kemungkinan micro jig tersangkut karang menjadi sangat tinggi.
Sikap ketika hook up
Begitu terjadi ikan makan lure, jangan terburu-buru sentak. Tunggu 3 – 4 detik sampai ikan makan sempurna, baru hentak keras-keras (untuk ukuran casting). Yang dimaksud menghentak secara keras adalah menghentak joran ke atas dengan radius hentakan 20 – 30 derajat, kemudian tahan sebentar lihat kekuatan ikan. Secara teoritis ini mudah, tetapi di prakteknya sangat sulit karena emosi pancinger terbawa oleh perasaan.
Bila ukuran ikan tidak terlalu besar dan joran sanggup memompanya, segera pompa. Tetapi bila ikan lumayan besar dan drag terus berjalan, kencangkan drag sedikit (bila masih mungkin) dan tahan. Ketika ikan melemah, mulailah pompa, begitu seterusnya. Bila drag sudah distel mati, senar dari spol masih keluar, lihat kondisi saat itu.
Terakhir, Experience is the best teacher atau pengalaman adalah guru terbaik. Sering-seringlah mancing sehingga reflek dan pengendalian emosi kita menjadi semakin bagus. Kegagalan yang pancinger alami adalah guru terbagus menghadapi kesuksesan